Koneksi Antar Materi 1. Peristiwa : Momen yang paling penting atau menantang atau mencerahkan bagi saya dalam proses pembelajaran Modul 1.1 dan 1.2 adalah tentang konsep dan materi mendidik dan menuntun yang harus sesuai dengan perkembangan kodrat dan zaman, dan materi ini diperkuat dengan materi tentang nilai dan peran yang harus dimiliki oleh seorang guru penggerak. Namun, ada materi yang sangat membuat saya sangat tertarik yaitu tentang struktur sistemik lingkungan dalam pembentukan nilai-nilai dalam diri seseorang, bahwa ternyata struktur sistem lingkungan dengan pembiasaan dan penanaman nilai-nilai kebajikan dan nilai kemanusiaan yang baik, yang setiap waktu, setiap saat dilaksanakan dan diterapkan maka akan membentuk dan mendidik seseorang untuk berperilaku sesuai dengan nilai-nilai kebaikan tersebut. Sehingga pembiasaan nilai-nilai kebaikan yang diterapkan secara terus menerus maka akan membekas dalam diri seseorang dan menjadi karakter dalam dirinya. 2. Perasaan Saya mendapatkan materi ini adalah bersesemangat dan berkomitmen untuk tetap konsisten memberikan contoh dan menjadi teladan kepada siswa-siswa sehingga saya yakin nantinya pembiasaan nilai-nilai kebaikan yang diterapkan dan dilakukan secara konsisten dan terus menerus maka saya yakin dan optimis siswa-siswa saya akan memiliki karakter sesuai dengan nilai-nilai yang ditanamkan dan dibiasakan kepada mereka. Dan mereka akan menjadi manusia-manusia yang memiliki nilai kebajikan yang akan diterapkan dalam masyarakat, ini menjadi bukti dari pernyataan Bapak KHD pada modul 1.1 bahwa pendidikan adalah tempat persemaian benih-benih kebudayaan dalam masyarakat. Sungguh saya merasa sangat optimis jika semua guru memiliki komitmen kuat untuk menjadi teladan yang konsisten bagi siswa-siswanya, apa yang dipaparkan oleh Bapak KHD akan menjadi sebuah kenyataan. 3. Pembelajaran: Sebelum momen tersebut terjadi saya berpikir bahwa struktur sistem lingkungan dengan pembiasaan dan penanaman nilai-nilai kebajikan dan nilai kemanusiaan yang dilakukan kepada siswa bisa dilakukan sekali-kali saja, datang-datangan atau dilakukan jika sempat. Terkadang pula saya berpikir bahwa siswa saya sekarang ini kurang etis, tidak mau mendengar dan terkesan cuek atau tidak peduli dengan lingkungan sekitrnya. Namun melalui modul ini sekarang saya berpikir bahwa semua anggapan itu bisa terbantahkan dengan memegang komitmen yang kuat untuk pembentukan sistem lingkungan yang berasakan pada nilai-nilai kenusiaan dan nilai kebajikan harus dilakukan secara konsisten, melalui keteladanan dan contoh buka hanya sekadar perintah saja. Selain itu saya berpikir bahwa sitem tersebut tidak bisa dilakukan secara sendiri namun harus menyeluruh oleh stake holder sekolah dengan menggunakan strategi lingkungan pengaruh seperti pada modul 1.2 4. Penerapan ke depan (Rencana): Ke depan saya akan betul menjadi penggerak dari struktur sistemik lingkungan yang berasa pada nilai nilai kebajikan dan nilai kemanusiaan. Saya akan menjadi teladan yang konsisten dan berkomitmen untuk pelaksaaan dari sistem ini. Saya juga akan berusaha untuk menggerakkan rekan sejawat untuk berkolaborasi dalam menjalankan sistem ini, saya akan mempelajari lebih jauh tentang strategi lingkungan pengaruh. Contoh sederhananya adalah saya akan berkomitmen, istqamah untuk datang tepat waktu, menggerakkan siswa untuk megambil sampah dan hal ini akan saya lakukan setiap hari secara terus menerus.

Comments

Popular Posts